Sejarah Gerakan Mahasiswa dan
perkembangannya sebenarnya telah lama ada sejak zaman kolonialisasi, pergerakan
yang selalu dimotori oleh kaum muda dan terdidik ini tidak banyak berbeda
dengan gerakan mahasiswa di belahan dunia lainnya. Semangat pemuda dan kaum
terdidik ini selalu meledak-ledak yang selalu menuntut perubahan ke arah yang
lebih baik. Lahir dari kondisi obyektif, gerakan mahasiswa selalu sesuai dengan
konteks zamannya. Munculnya tradisi diskusi dan kelompok-kelompok (club)
diskusi ternyata membawa mereka pada tindakan yang lebih kongkret. Kondisi
obyektif masyarakat telah membawa dampak pada terbentuknya club diskusi,
organisasi, perkumpulan dan kesatuan-kesatuan yang selanjutnya mewadahi gagasan
revolusioner mereka. Nilai lebih organisasi dalam gerakan mahasiswa hanyalah
bermakna bahwa di dalam organisasi, mahasiswa ditempa dan dipenuhi
syarat-syarat sebagai berikut:
1. Pemahaman terhadap masyarakat dan
persoalan-persoalannya.
2. Pemihakan pada rakyat.
3. Kecakapan-kecakapan dalam mengolah massa.
Ketiga syarat tersebut mencerminkan:
1. Tujuan dan orientasi gerakan mahasiswa.
2. Metodologi gerakan mahasiswa.
3. Strukturalisasi sumber daya manusia, logistik
dan keuangan gerakan mahasiswa, dan
4. Program-program gerakan mahasiswa yang
bermakna strategis-taktis.
Dari penjelasan di atas bahwa nilai lebih
organisasi dalam gerakan mahasiswa tentunya sangat berbeda dengan organisasi
lainnya, karena selain dituntut untuk paham dan mengerti pesoalan-persoalan rakyat.
GM (Gerakan Mahasiswa) juga secara tidak langsung mendapat penempaan kecakapan
dalam mengolah dan mengorganisir massa.